Harian Cendekia

Kambing Susah Gemuk Meski Pakan Mahal? Mahasiswa UMM Ciptakan Wafer Herbal Waboos

Mahasiswa UMM menunjukkan pakan herbal Waboos untuk kambing dan domba, Foto. Istimewa
Hariancendekia.com | Memberi pakan mahal belum tentu membuat kambing dan domba cepat gemuk. Delapan mahasiswa Program Studi Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menghadirkan Waboos (Wafer Imunobooster), pakan herbal yang difokuskan untuk menjaga kesehatan pencernaan agar penyerapan nutrisi ternak lebih optimal.

Inovasi tersebut berangkat dari persoalan yang masih sering ditemui di kalangan peternak. Banyak ternak tetap memiliki pertumbuhan lambat meski telah diberi pakan berkualitas dan berprotein tinggi.

Ketua tim pengembang Waboos, Fajar Ferdiansyah, mengatakan akar persoalannya bukan semata kualitas pakan, melainkan kondisi saluran pencernaan ternak.

"Banyak masyarakat mengandalkan pakan mahal agar ternaknya cepat gemuk. Padahal tanpa sistem pencernaan yang sehat, penyerapan nutrisi tidak akan maksimal," kata Fajar, Jumat (31/7/2026).

Menurut dia, kesehatan sistem pencernaan menjadi faktor penting agar nutrisi dari pakan dapat diserap tubuh secara maksimal. Jika saluran pencernaan bermasalah, pertumbuhan kambing dan domba berpotensi tetap terhambat.

Waboos dibuat dalam bentuk wafer padat sehingga mudah disimpan dan diberikan kepada ternak. Produk ini memanfaatkan bahan baku lokal seperti bungkil kopra, jagung giling, dedak padi, pollard, tetes tebu, tepung gaplek, dan bekatul.

Keunggulan utamanya terletak pada tambahan tepung daun kelor dan temulawak. Daun kelor mengandung protein, vitamin, serta antioksidan yang membantu menjaga daya tahan tubuh sekaligus keseimbangan mikroba usus. Sementara temulawak berperan mendukung kesehatan saluran pencernaan sehingga proses penyerapan nutrisi berlangsung lebih baik.

Produk tersebut telah diuji di peternakan di Bumiaji, Kota Batu, dan Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi. Berdasarkan hasil uji coba awal, peternak melaporkan adanya perubahan positif setelah ternak mengonsumsi Waboos.

"Selama uji coba, para peternak melaporkan adanya peningkatan nafsu makan yang diikuti pertumbuhan kambing dan domba yang lebih baik setelah mengonsumsi Waboos," ujar Fajar.

Saat ini Waboos dipasarkan secara lokal dalam kemasan 500 gram dengan harga Rp5.000 agar dapat dijangkau peternak skala kecil. Tim mahasiswa juga menyiapkan pengujian laboratorium lanjutan serta pengajuan hak paten untuk mendukung pengembangan produk.

Persoalan kambing sulit gemuk juga diakui Lucky Aditya, pemilik peternakan This Is Farm di Kedungkandang, Kota Malang. Ia pernah menemukan seekor kambing dengan pertumbuhan lambat meski memperoleh jenis dan porsi pakan yang sama seperti ternak lainnya.

Menurut Lucky, kondisi tersebut umumnya dikaitkan dengan gangguan pencernaan atau cacingan. Karena itu, selain menjaga kualitas pakan, ia rutin memberikan obat cacing setiap dua hingga tiga bulan sekali, bahkan lebih sering untuk ternak yang mengalami gangguan agar kesehatan pencernaannya tetap terjaga.

(red)